Saturday, April 16, 2011

SUMBER DANA ALTERNATIF PERUSAHAAN UNTUK BIAYA OPERASIONAL BISNIS – KEPUTUSAN PENDANAAN

Tidak selamanya suatu perusahaan terus menerus memiliki dana yang cukup untuk membiayai segala kegiatan operasional perusahaan. Mau tak mau perusahaan harus mendapatkan dana segar yang dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk tetap dapat bertahan.
Adalah salah satu tanggung jawab manajer keuangan untuk menggalang dana yang dibutuhkan perusahaan untuk investasi dan operasinya. Inilah keputusan pendanaan.

A. Pilihan Sumber Dana Bagi Perusahaan:
1. Debt Capital : Hutang pada pihak eksternal dengan biaya dan bunga pinjaman sesuai dengan yang telah disepakati.
2. Equity Capital : Menghimpun dana internal (laba ditahan) atau menjual saham perusahaan kepada berbagai pihak.

B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Jangka Sumber Dana:
1. Pembiayaan Jangka Pendek
Jenis pembiayaan ini digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan sehari-hari yang wajib dikembalikan dalam waktu kurang dari satu tahun seperti dari sumber internal, factoring (anjak piutang), trade credit, commercial paper, commercial banks, uang teman, uang keluarga, dan lain sebagainya.
2. Pembiayaan Jangka Panjang
Adalah uang / dana yang didapat perusahaan untuk berbagai keperluan jangka panjang perusahaan dari kreditor, investor, pemilik perusahaan, dll yang dananya dapat dikembalikan dalam tempo waktu lebih dari setahun seperti dari laba ditahan (retained earnings), pembiayaan dari utang (debt financing) dan equity financing (pembiayaan dari ekuitas).

Ketika suatu perusahaan perlu mendapatkan dana, perusahaan itu (1) mengundang para investor untuk menanamkan uang kas sebagai ganti bagian laba di masa depan, atau (2) menjanjikan untuk melunasi kas inventor itu plus bunga tetap. Dalam kasus pertama, para investor menerima pangsa saham dan menjadi pemegang saham, pemilik sebagai perseroan. Para investor dalam kasus ini disebut dengan investor ekuitas, yang kontribusi atas pendanaan ekuitas.
Dalam kasus kedua, para investor adalah pemberi pinjaman, yakni, investor utang, yang suatu hari harus mendapatkan pelunasan. Pilihan antara pendanaan utang dan ekuitas sering disebut dengan keputusan struktur modal. Disini “modal” berarti sumber pendanaan jangka panjang perusahaan. Suatu perusahaan yang berusaha mendapatakan pendanaan jangka panjang perusahaan. Suatu perusahaan yang berusaha mendapatkan pendanaan jangka panjang dikatakan “menggalang modal”.
Pilihan pendanaan yang tersedia bagi perseroan besar terlihat hampir tiada akhir. Anggaplah perusahaan memutuskan untuk meminjam. Apakah perusahaan itu harus mengutang pada investor, atau meminjam dari bank ? Apakah perusahaan itu seharusnya meminjam selama 1 tahun atau 20 tahun? Jika meminjam 20 tahun, apakah perusahaan mendapatkan hak untuk melunasi utang lebuh awal jika bunga turun? Apakah perusahaan seharusnya meminjam ke luar negeri, misalnya ke Negara Eropa untuk menerima dan berjanji melunasi Euro, ataukah seharusnya meminjam dalam Dolar di New York? Apakah perusahaan seharusnya menawarkan aset spesifik sebagai jaminan untuk melindungi peminjamannya?
Keputusan untuk mendapatkan pinjaman 20 tahun atau menerbitkan lembar saham baru jelas memiliki konsekuensi jangka panjang. Tapi para manajer keuangan juga terlibat dalam banyak keputusan jangka pendek yang penting. Misalnya, manajer harus memastikan apakah ada cukup kas di tangan untuk membayar tagihan minggu depan dan apakah kas ekstra difungsikan untuk mendapatkan bunga. Inilah keputusan pendanaan jangka pendek (bagaimana mendapatkan kas untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek) dan keputusan investasi jangka pendek (bagaimana menginvestasikan kas extra (spare cash) untuk periode singkat.
Manajer keuangan terlibat dalam banyak aktivitas harian lain yang penting artinya untuk memperlancar operasi perusahaan, tapi tidak cukup dramatis. Misalnya jika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit perusahaan harus memastikan bahwa pelanggannya membayar tepat waktu. Perseroan yang beroperasi secara international harus terus menerus mentransfer kas dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Perusahaan manufaktur harus memutuskan berapa banyak akan diinvestasikan dalam persediaan barang mentah dan barang jadi.

Bisnis pada dasarnya memang beresiko sehingga menejer keuangan harus mengidentifikasi resiko dan memastikannya dikelola dengan tepat. Misalnya, manejer ingin memastikan bahwa operasi perusahaan tidak akan sangat dirugikan oleh peningkatan harga minyak atau penurunan nilai dolar.
Keputusan pendanaan dan investasi (baik jangka panjang maupun jangka pendek) tentu saja saling terkait. Jumlah investasi menentukan jumlah pendanaan yang harus diperoleh, dan para investor yang berkontribusi mendanai saat ini mengharapkan pengembalian investasi di masa depan. Oleh sebab itu, investasi yang dilakukan perusahaan saat ini harus menghasilkan pengembalian di masa depan untuk dibayarkan kepada para investor.
Peraga 1-1 menggambarkan bagaimana aliran uang dari investor ke perusahaan dan kembali ke investor lain. Aliran ini dimulai ketika kas diperoleh dari investor (panah 1 dalam peraga). Kas tersebut digunakan untuk membayar aset riil (proyek investasi) yang diperlukan untuk operasi perusahaan (panah 2). Kemudian, jika perusahaan beroperasi dengan baik, operasi tersebut menghasilkan cuku alairan kas masuk lebih dari jumlah pelunasan investasi awal (panah 3). Akhirnya, kas bisa diinvestasikan kembali (panah 4a) atau dikembalikan ke investor yang memasok uang pada pertama kali (panah 4b).
Tentu saja, pilihan antara panah 4a dan 4b dibatasi oleh janji yang dibuat ketika kas diperoleh di panah 1. Misalnya, jika perusahaan meminjam uang dari bank pada panah 1, perusahaan harus melunasi uang ini plus bunga pada panah 4b.
Kita bisa melihat contoh panah 4a dan 4b pada tabel 1-1. Misalnya perusahaan XYZ mendanai riset dan pengujian obat-obatan dengan penghasilan reinvestasi (panah 4a). BP memutuskan untuk mengembalikan kas pada pemegang saham dengan membeli kembali sahamnya (panah 4b). Pada tahun 2005, tahun ketika harga energi sangat tinggi, pembelian kembali oleh BP mungkin akan mendekati $10 miliar.

Peraga 1-1







Perhatikan pada peraga 1-1 bagaimana manajer keuangan berdiri di antara perusahaan dan investor luar. Disatu sisi, manajer keuangan membantu mengelola operasi perusahaan, khususnya dengan membantu mengambil keputusan investasi yang baik. Disisi lain, manajer keuangan berhubungan dengan investor tidak hanya dengan para pemegang saham, tapi juga dengan bank dan lembaga keuangan lain serta dengan pasar keuangan, seperti New York Stock Exchange.
Peraga 1-1 juga membedakan aset riil (real asset) dengan aset keuangan (financial asset). Asset riil digunakan untuk memproduksi produk dan jasa perusahaan. Aset ini meliputi aset berwujud seperti mesn, pabrik, dan kantor serta aset tak berwujud seperti pengetahuan teknis, merek dagang, dan paten. Perusahaan mendanai investasinya dengan aset riil dengan menerbitkan aset keuangan pada para investor. Selembar saham merupakan aset keuangan, yang memiliki nilai klaim atas aset riil perusahaan dan penghasilan yang akan dihasilkan oleh aset itu. Pinjaman bank juga merupakan aset keuangan. Pinjaman memberi bank hak untuk mendapatkan uangnya kembali plus bunga. Jika operasi perusahaan tidak bisa menghasilkan cukup pendapatan untuk melunasi utang bank, bank itu bisa memaksa perusahaan untuk bangkrut dan mengajukan klaim atas aset riil-nya.
Saham dan aset dan keuangan lain yang bisa dibeli dan diperdagangkan oleh investor disebut dengan sekuritas.

Sumber: Richard A. Brealy, dkk, 2007. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Perusahaan (Jilid 1), Edisi Kelima, Jakarta, Penerbit Erlangga.


Artikel Terkait:

No comments:

Top Comments