Saturday, July 10, 2010

"Isra' Mi'raj Bukan untuk Menerima Perintah Shalat"

Apakah benar Rasulullah saw menerima perintah shalat pertama kalinya pada waktu peristiwa Isra' Mi'raj? Kenapa muncul pertanyaan seperti ini? Pertanyaan ini muncul karena ada beberapa informasi di dalam hadits maupun Qur'an yang mengatakan bahwa perintah shalat itu sebenarnya diberikan pertama kalinya bukan untuk beliau. Bahkan pada saat perjalanan Isra' Mi'raj itu pun Rasulullah saw sudah menjalankan shalat di beberapa tempat pemberhentian. Termasuk juga shalat di masjidil Aqsha sebelum berangkat Mi'raj.
Maka, kita memang pantas untuk mempertanyakan, manakah informasi yang harus kita ambil sebagai kesimpulan: Rasulullah saw menerima perintah shalat pada saat Mi'raj di langit ke tujuh, ataukah sebelum itu beliau sudah menjalankan shalat.

Apalagi dalam berbagai ayat Qur'an Allah berfirman bahwa perintah shalat itu memang sudah diberikan sejak zaman Nabi Ibrahim as. sehingga seluruh keturunan, anak cucu Nabi Ibrahim, juga telah menjalankan shalat. Tentu saja, termasuk Nabi Muhammad saw.

Dalam beberapa ayat Qur'an disebutkan bahwa perintah shalat itu sebenarnya sudah diwahyukan sejak lama kepada Nabi dan Rasul sebagai ibadah utama untuk berkomunikasi dengan Allah. Jadi bukan hanya pada saat Rasulullah saw saja shalat itu diperintahkan.

Oleh karena itu, maka agaknya kita perlu menata kembali kefahaman tentang turunnya perintah shalat pada saat beliau Mi'raj. Khususnya, persepsi yang berkembang dibeberapa kalangan Islam selama ini, bahwa shalat untuk pertama kalinya diperintahkan kepada umat Islam pada saat Rasulullah saw Mi'raj.

Dengan demikian, perintah shalat itu sebenarnya disampaikan Allah kepada Rasulullah saw lewat firman dalam berbagai ayat-Nya. Termasuk yang berkait dengan waktu-waktu pelaksanaannya, mulai Shubuh sampai Isya'.

Jadi shalat 5 waktu itu pun diperintahkan Allah lewat wahyu sebagaimana wahyu yang lain. Bukan lewat Isra' dan Mi'raj. Kenapa demikian? Karena ternyata perintah shalat 5 waktu itu bisa kita temukan dalam al Qur'an, diantaranya adalah QS. An Nisaa':103 dan QS. Israa:78.

Jadi, apa makna Isra' Mi'raj?
Perjalanan Isra' Mi'raj, lantas dimaknai sebagai perjalanan yang memberikan penegasan terhadap Kebesaran Allah di alam semesta, kepada Rasulullah saw. Karena itu, selama dalam perjalanan tersebut diperlihatkan seluruh petilasan agama-agama tauhid yang diperjuangkan oleh para Rasul sebelum beliau. Sehingga dikabarkan juga, beliau berhenti di beberapa tempat petilasan para Rasul terdahulu. Dan disana beliau melakukan shalat 2 rakaat. Hal ini untuk memberikan motivasi yang besar kepada Rasulullah saw bahwa para Nabi terdahulu juga mengalami perjuangan yang berat. Itulah 'pesan' yang ada pada perjalanan Isra' dari Mekkah ke Palestina.

Sedangkan perjalanan Mi'raj ke langit ke tujuh adalah perjalanan spiritual melintasi berbagai dimensi yang menghasilkan pelajaran ke khusyuan dalam shalat.

Sumber: Agus Mustafa (Terpesona di Sidratul Muntaha, hal 148-175)


Artikel Terkait:

1 comment:

Girant_31 said...

Sungguh makna yg sangat dalam..
Makasih ats siraman rohani nya..

Top Comments