Saturday, September 4, 2010

"Membayar Zakat, Infak dan Sedekah: Pengeluaran Produktif?"

Ketika membayar zakat, berinfak dan sedekah terjadi pengurangan jumlah uang atau harta kita. Nah, kenapa dikatakan melakukan hal tersebut merupakan pengeluaran produktif?
Di dalam ekonomi Islam ada yang disebut meta-ekonomi (Azhari,AT:2008). Meta adalah sesuatu yang tidak tampak. Sesuatu yang berada dibalik lahir ekonomi itu sendiri. Meta-ekonomi Islam sendiri bersumber pada filsafat harta.

Dalam meta-ekonomi Islam ada lima prinsip yang berlaku. Pertama, harta yang yang kita miliki sesungguhnya milik Allah. Kita adalah pemegang amanah, orang yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk memilikinya dan menikmatinya sesuai dengan kebutuhan kita. Kata sedekah yang berasal dari sidq (jujur) yang menunjukkan hanya orang yang jujur terhadap hartanyalah yang mau berinfak. Kedua, kita sesungguhnya bukan terminal dari harta kita. Sebaliknya, kita hanya tempat transit. Oleh sebab itu, jangan jadikan diri kita sebagai tempat terminal harta. Kita akan kesulitan sendiri dan akhirnya celaka. Ketiga, infak dan sedekah sesungguhnya adalah investasi bukan cost/biaya. Selama ini ada kecenderungan umat Islam untuk memahami bahwa infak dan sedekah adalah biaya (pengeluaran). Ayat suci menyebutkan bahwa apa yang Anda keluarkan akan dibalasi oleh Allah SWT. Keempat, harta memiliki sunatullah tersendiri. Ada yang masuk harus ada yang keluar. Jika sunatullah ini dilanggar, maka akan mencelakakan manusia itu sendiri. Pintu keluarnya telah disiapkan Allah lewat zakat, infak, dan sedekah. Jika pintu keluar ini tidak ditempuh, maka harta itu akan keluar sendiri dengan caranya sendiri pula.

Oleh sebab itu, jika kita mendapatkan musibah, mobil ditabrak orang, dompet hilang, rumah kemalingan, penyakitpun datang. Layak, dan pantas kita merenung. Bagaimana dengan infak dan sedekah kita. Jangan-jangan tidak ada atau masih sedikit. Lebih banyak pengeluaran kita untuk mengisi "WC" ketimbang tabungan akhirat. Wajar jika harta memberontak dan mencari jalan keluar sendiri.

Adapun yang kelima adalah, apapun yang dibelanjakan manusia dalam bentuk infak dan sedekah serta pemberian mulia lainnya, yakinlah pasti akan dibalasi Allah SWT. dengan balasan yang berlipat ganda. Jadi tidak ada yang sia-sia, selama manusia ikhlas melakukannya.


Artikel Terkait:

1 comment:

Anonymous said...

info yang sangat sangat bermanfaat dan sudah terbukti dengan mengamalkannya, harta tidak berkurang malah bertambah lebih banyak dari jumlah yang kita sedekahkan. terima kasih kawan atas artikelnya.

Top Comments