Thursday, November 18, 2010

Pasar Seng Mekkah: Tinggal Kenangan

Pasar Seng, disebut demikian karena menurut cerita turun temurun,dulunya toko-toko yang ada disekitarnya semuanya beratam seng. Pasar seng sejak ada sejak lama. Konon, sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Pasar Seng adalah tempat favorit untuk berbelanja bagi jama'ah haji, terutama karena harga barang-barangnya tidak mahal.

Pasar Seng memang terkenaldi kalangan jamaah Indonesia. Bahkan ada semacam joke, bahwa setelah selesai tawaf mengelilingi Kabah (mengejar target ibadah haji) tugas baru menanti mereka. Yakni tawaf di Pasar Seng berburu buah tangan bagi sanak saudaranya di Tanah Air. Hahaha... ya, sampai sebegitu melegendanya pasar yang  sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad itu, di hati jamaah Indonesia.

Namun, kini, jangan harap Anda menemukan pusat oleh-oleh murah meriah itu. Karena sejak Maret 2008, wilayah itu, berbagai bangunan, termasuk penginapan haji dan hotel-hotel semacam Sheraton pun sudah diratakan dengan tanah, untuk perluasan Masjidil Haram. Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menyetujui proyek ini, untuk menjamin kenyamanan jamaah melakukan ibadah Haji.


Masjidil Haram pun, rencananya juga bakal dibangun dua menara baru, serta sebuah gerbang yang akan diberi nama Abdullah, sang Raja Kerajaan Arab Saudi di sebelah utara. Saat ini Masjidil Haram mempunyai 9 menara dan beberapa gerbang, dengan gerbang utama bernama Abdul Aziz (Raja Arab Saudi pertama).

Proyek ini tidak hanya melulu perluasan halaman Masjidil Haram, namun juga didukung untuk sarana bagi kenyamaan para jamaah haji, seperti membangun apartemen, hotel berbintang lima, pusat perbelanjaan juga sarana transportasi.

Total luas wilayah yang digunakan untuk membuat ruang terbuka dalam proyek perluasan masjid ini dipekirakan lebih dari 40 ribu meter persegi, yang bisa menampung sedikitnya 100 ribu jamaah. Dengan demikian, Masjid Haram di Makkah akan menjadi masjid dengan lapangan terluas dan terpenting di dunia.

Untuk transportasi pemerintah Arab Saudi juga tengah membangun jaringan kereta api yang menghubungkan Mekkah ke Arafah, Mina dan Madinah. Untuk ilustrasi saja, bila musim haji, perjalanan Mekkah ke Arafah dengan menggunakan bus memakan waktu hingga sehari semalam akibat kemacetan kendaraan jutaan jamaah yang menuju ke tempat yang sama.

Padahal bila hari biasa, dalam waktu 15-20 menit pun sebenarnya kita sudah tiba ke tempat wukuf tersebut.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani perjanjian pembangunan jalan kereta api Mekah-Madinah-Jeddah dengan biaya 6,79 miliar riyal yang dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin perusahaan raksasa Arab Saudi, Al-Rajhi. Nantinya bila pembangunan itu selesai, dalam waktu singkat para jamaah bisa sampai ke tempat tujuan. Dan tidak ada lagi cerita bermacet-macetan ria.

Jalur kereta api akan dibangun sepanjang 450 kilometer yang akan menghubungkan Mekah-Madinah dan Jeddah. Nantinya, kereta api yang dipergunakan adalah TGV (Train à Grande Vitesse alias kereta berkecepatan tinggi Perancis) yang memiliki kecepatan 320 kilometer perjam. Jarak tempuh Mekah-Madinah atau Jeddah-Madinah hanya sekitar 2 jam. Sementara perjalanan dari Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah menuju kota suci Mekah ditempuh hanya dalam waktu 30 menit.

Kembali ke berburu oleh-oleh. Jadi ke mana bila ingin berbelanja buah tangan bagi sanak saudara di Tanah Air? Jangan khawatir, walaupun kit tidak bisa Lgi menemukan daerah relokasi Pasar Seng baru, yang menurut seorang TKI yang ditemui di Masjidil Haram, sudah berpindah ke daerah yang lebih atas, masih banyak toko-toko yang menjual buah tangan bagi para jamaah di bawah hotel, seperti di bawah hotel Al Safwa yang merupakan salah satu hotel baru, ataupun di wilayah Hotel Hilton. Kedua lokasi itu juga dekat dengan Masjidil Haram.

Sapaan berbahasa Indonesia dengan aksen aneh pun, kerap terdengar di telinga kita karena mereka tahu banyak orang Indonesia yang berbelanja. Mengenai harga, ada yang bernilai ratusan riyal, puluhan sampai yang berharga 2-3 riyal. Dan jangan lupa Anda juga bisa melakukan tawar menawar harga. Seorang teman membeli baju muslim untuk istrinya dari harga semula 60 riyal menjadi 40 riyal, ada juga yang awalnya 140 riyal menjadi 90 riyal saja.


Artikel Terkait:

No comments:

Top Comments