Tuesday, December 21, 2010

ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN PADA PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan yang pesat di segala bidang telah banyak merubah keadaan lingkungan dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara, guna menunjang suksesnya era pembangunan dewasa ini, diperlukan adanya partisipasi dari seluruh unsur-unsur yang terkait. Segala daya upaya serta aktivitas harus dikerahkan untuk menyukseskan pembangunan disegala bidang terutama sektor perekonomian dan mengejar segala ketinggalan negara kita dibanding negara kita yang sudah maju.
Di dalam pembangunan sektor ekonomi sangatlah diperlukan penanganan dan terintegrasi dalam memanfaatkan sumber kekayaan alam yang semakin menipis. Hal ini disebabkan oleh semakin terbukanya peluang untuk mendirikan industri-industri baik yang bergerak dalam bidang produksi perdagangan maupun jasa. Ini berarti produksi barang sejenis banyak bermunculan. Keadaan itu akan menimbulkan persaingan yang semakin kompetitif, sehingga mengakibatkan ruang gerak masing-masing perusahaan menjadi lebih sempit.

Akibat persaingan yang semakin ketat, perusahaan-perusahaan saling berlombalomba untuk mendapatkan konsumen dengan berbagai cara, seperti meningkatkan kualitas produknya, meningkatkan layanan, promosi berhadiah, dan sebagainya. Memang cara-cara tersebut dapat dilakukan agar perusahaan tetap exist dalam persaingan, namun cara-cara seperti yang disebutkan tentunya dapat menurunkan tingkat keuntungan perusahaan karena akan memakan biaya yang tidak sedikit.
Dewasa ini terdapat berbagai macam jenis minuman ringan yang beredar di Indonesia. Merek yang sudah memasuki pasaran tersebut antara lain Coca Cola, Green Sand, Sprite, RC Cola, Pepsi, Fanta, 7 Up dan masih banyak yang lain. Hal ini disebabkan karena pasar minuman ringan di Indonesia masih cukup besar.
Coca Cola sebagai salah satu merek minuman ringan yang beredar di Indonesia, menguasai 86% pangsa pasar minuman berkarbonat. Minuman jenis Cola, saat ini menguasai sekitar 32% dari total pangsa pasar minuman ringan. Dari berbagai merek Cola yang beredar di Indonesia, ternyata Coca Cola menguasai sekitar 40,9%. Sedangkan Pepsi Cola sebagai pendatang baru menguasai 17,5%. Ini disebabkan karena Coca Cola merupakan merek yang memiliki: "Top of Mind” di Indonesia, kemudian disusul oleh Sprite dan Fanta yang merupakan saudara kandung dari Coca Cola. Sedangkan Pepsi Cola berada di peringkat keempat dari "Top of Mind" di Indonesia.
 
TABEL 1
Pangsa Pasar Minuman Cola di Indonesia

No. Merek                 %
1.    Coca Cola          40,9
2.    Pepsi Cola         17,5
3.    Merek lain          41,6

Coca Cola dibuat dan didistribusikan oleh Coca-Cola Bottling Indonesia. Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Distribution Indonesia, semakin berjaya. Minuman berkarbonat terkemuka di Indonesia itu menargetkan penjualan pada 2010 bisa meningkat 20 persen. Pertumbuhan Coca-Cola terus mengalami peningkatan positif dari tahun ke tahun. Pada 2005 Coca-Cola telah meraih penjualan 2,5 juta botol, angka ini mengalami peningkatan sekira 10 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pada 2006, angka penjualan kembali meningkat sekira 14 persen atau bertambah sekira 350 ribu botol. Sementara pada 2008, penjualan produk Coca-Cola didongkrak dengan peluncuran Coca-Cola Zero. Produk terbaru Coca-Cola tersebut telah mampu merebut hati para penggemar minuman Coca-Cola.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari usaha yang terus menerus dilakukan oleh perusahaan. Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri. (Majalah SWA 16/XVII/ 9-22 Agustus 2001)
Salah satu upaya perusahaan dalam menghadapi persaingan adalah dengan penerapan strategi pemasaran yang dikenal dengan istilah bauran pemasaran (marketing mix). Dengan beberapa faktor dan variabel pemasaran diharapkan terjadi interaksi antara produsen dengan pihak konsumen. Indikasi dari keberhasilan kegiatan pemasaran itu adalah meningkatnya hasil penjualan atau paling tidak target penjualan dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Peningkatan hasil penjualan oleh perusahaan secara tidak langsung menunjukkan kemampuan perusahaan menguasai pasar dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Jika penurunan penjualan terjadi, berakibat menumpuknya barang-barang. Agar barang-barang dan jasa-jasa tidak
menumpuk, maka upaya untuk menjual barang dan jasa dengan tepat dan cepat adalah melalui kegiatan bauran pemasaran.
Secara umum kegiatan bauran pemasaran (marketing mix) meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Seiring dengan tumbuhnya usaha-usaha minuman berkarbonasi menyebabkan persaingan sangat ketat di antara pengusaha. Oleh karena itu, kegiatan bauran pemasaran harus dilaksanakan oleh perusahaan guna meningkatkan penjualan.

1.2 Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari kondisi pemasaran yang ada, maka perlunya mencari strategi pemasaran yang tepat dan efektif dalam menghadapi dunia pemasaran yang semakin ketat, sehinggga mendapatkan laba secara maksimal dan dapat meningkatkan pangsa pasarnya pada masa yang akan datang.
Dari uraian diatas dan berdasarkan pada latar belakang permasalahan, maka perumusan masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut :
(1). Bagaimana realisasi bauran pemasaran pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia?”
(2). Variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi penjualan ?
 
1.3 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi kepentingan berbagai pihak :
1. Bagi Penulis
Hasil ini memperluas wawasan dan pengetahuan dalam bidang strategi usaha serta menerapkan teori yang didapat serta suatu proses aplikasi dalam kenyataan dilapangan.
2. Bagi Pihak Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk perbandingan serta dapat menambah literatur bacaan dalam perpustakaan.


Artikel Terkait:

No comments:

Top Comments