Friday, December 17, 2010

Penantian Haru: Selamat Datang Jama'ah Haji Indonesia

Sudah hampir seluruh jama'ah haji Indonesia sudah tiba kembali di Tanah Air, setelah hampir empat puluh hari meninggalkan rumah. Rasa lelah dan gelisah yang dirasakan selama menunggu di bandara seakan tidak terasa lagi.

Ketika pesawat mulai bergerak,semua pandangan jama'ah tampak tertuju ke arah luar. Seakan terbaca dalam pikirannya sedang mengucapkan selamat tinggal kepada kota suci. Tersembunyi pula sebuah harapan untuk kembali lagi.

Makin tinggi pesawat ke angkasa biru, makin sunyi pula suasananya. Makan dan minum segera disajikan kepada jama'ah. Setelah itu, mereka satu persatu mulai tertidur pulas. Kamar kecil pesawat yang ketika berangkat sangat padat dengan antrean jama'ah, sekarang lengang. Hanya sesekali saja terlihat jama'ah yang menggunakannya. Suasana berubah menjadi sunyi.

Beberapa jam kemudian jama'ah bangun untuk menunaikan shalat. Saat itu tampak sebagian besar wajah jama'ah berbinar-binar membayangkan bertemu dengan keluarga, handai taulan, dan tetangga di rumah. Ada siratan rencana membagi oleh-oleh, membaca do'a, dan syukuran sesampainya di rumah. Hanya saja ada beberapa jama'ah yang tampak menerawang jauh dengan siratan sedih mendalam akibat suami, isteri atau keluarga tercinta telah meninggal dunia di tanah suci. Perasaan tampak campur aduk antara bayangan bahagia ketika berangkat berdua, dan kenyataan sekarang pulang sendirian. Berkali-kali air mata diseka sambil menoleh ke tempat duduk di sampingnya yang kosong, sebab pemiliknya telah terbaring di pusara di kota suci.

Pesawat mendarat perlahan-lahan di bandara tanah air, satu per satu jama'ah turun dari pesawat menuju bus yang telah siap mengangkutnya ke asrama embarkasi. Di sana tampak banyak orang telah berada di sekitar sambil melambai-lambaikan tangan.

Mereka yang berduka tentu berbeda dengan mereka yang bahagia. Hanya saja mereka semua sama-sama ingin melanjutkan perjalanan hidup dengan sebaik-baiknya. Ada hakekat yang sama pula, bahwa semuanya akan kembali kepada Allah ta'ala. Antara mereka yang kembali ke rumah dan mereka yang wafat di tanah suci, sebenarnya hanya persoalan giliran menunggu waktu yang telah ditentukan oleh Allah ta'ala.


Artikel Terkait:

No comments:

Top Comments