Friday, June 4, 2010

Do'a Sang Anak

Seorang ayah bingung mendengarkan do'a putrinya yang masih kecil ketika akan tidur.
"Tuhan, lindunglah ibu, lindungi ayah, lindungi nenek, dan terimalah kakek".
"Kenapa doamu untuk kakek bunyinya seperti itu?" tanya sang ayah.
Si kecil menjawab, "Nggak tahu, Yah. Aku pengen aja ngomong seperti itu".
Entah apa yang terjadi, keesokan harinya sang kakek meninggal dunia. Suatu kebetulan yang sangat aneh, pikir si ayah.

Beberapa hari kemudian, sang ayah menidurkan kembali putrinya dan mendengar si anak berdo'a, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah, dan terimalah nenek." Dan keesokan hari, sang nenek meninggal dunia. "Astaga," pikir si ayah, "anak gua bisa berkomunikasi dengan alam gaib!".

Seminggu kemudian, si ayah kembali mendengarkan anaknya berdo'a, "Tuhan, lindungi ibu dan terimalah ayah". "Degh!" Kontan saja sang ayah terkejut. Malam itu ia ndak bisa tidur memikirkan kejadian yang akan menimpanya besok pagi.

Ketika mengemudi sampai kantor pikirannya ndak karu-karuan. Jam makan siang telah lewat, tetapi tidak terjadi apa-apa. Si ayah makin cemas. Ia memilih menghabiskan hari itu di kantor, minum kopi, dan begadang menunggu tengah malam tiba.

Ketika jarum jam menunjukkan 00.15, si ayah lega. hari itu telah lewat dan ia masih selamat. Dengan langkah ringan ia pun kembali ke rumah.

"Ya, ampun...tumben-tumbennya kamu kerja lembur. Ada apa sih?". Tanya istrinya ketika membukakan pintu.

"Aku ndak mau ngomongin masalah ini. Pokoknya hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku," kata si suami.

"Kalau kamu mau mendengar cerita yang akan aku sampaikan, kamu pasti ndak akan menyangka kalau hari ini lebih buruk dari yang kamu duga. Tahu tidak, tadi pagi Mas Rudy tetangga sebelah meninggal dunia ketika betulin jemuran belakang rumah," kata istrinya.

Ayah: "???????????@@@@??????????!!!!!!!!".


Artikel Terkait:

No comments:

Top Comments