Banyak orang yang mempunyai kesulitan dalam mengimajinasikan sesuatu. Sewaktu mereka masih muda mungkin hal ini tidaklah begitu sulit, tetapi semakin mereka bertambah usia, kesulitan itu timbul. Sulitlah bagi mereka untuk mempelajari hal-hal baru, dibandingkan ketika mereka masih muda.
Coba imajinasikan bau-bauan di bawah ini. Mudahkah? Sukarkah? Ataukah sama sekali tidak mungkin?
Imajinasikan bau bensin.
Imajinasikan bau ayam goreng.
Imajinasikan bau cat yang masih basah.
Imajinasikan bau bawang goreng.
Imajinasikan bau rumput yang habis dipotong.
Imajinasikan bau sabun mandi anda.
Cobalah pula latihan yang lebih sulit ini.
Imanjinasikan bau pisang berganti menjadi bau jeruk.
Imajinasikan bau roti bakar berganti menjadi bau saos tomat.
Imajinasikan bau parfum berganti menjadi bau kopi.
Imajinasikan bau limun berganti menjadi bau santap malam anda.
Imajinasikan bau serbuk gergaji menjadi bau asap rokok.
Indera penciuman dan indra perasa sangat erat hubungannya. Coba imajinasikan berbagai rasa di bawah ini. Mudah? Sukar? Ataukah sama sekali tidak mungkin?
Imajinasikan rasa es krim vanili.
Imajinasikan rasa sosis.
Imajinasikan rasa buah anggur.
Imajinasikan rasa obat yang paling tidak enak, yang anda ketahui.
Imajinasikan rasa coklat.
Imajinasikan rasa sari buah jeruk.
Imajinasikan rasa sari jeruk.
Cobalah juga latihan ini.
Imajinasikan rasa keju berganti menjadi rasa teh.
Imajinasikan rasa permen berganti menjadi rasa air.
Imajinasikan rasa ikan asin berganti menjadi rasa puding.
Imajinasikan rasa tomat berganti menjadi rasa sarden.
Imajinasikan rasa apel berganti menjadi rasa susu.
Imajinasikan rasa gula berganti menjadi rasa roti tawar.
Sulitkah? Ataukah sangat mudah?
Latihan untuk indera penciuman dan indera perasa sudah cukup. Sekarang tiba saatnya melatih indera peraba anda. Tiap benda mempunyai rasa yang berbeda-beda. Ada yang lembut, ada yang kasar. Ada yang dingin, ada pula yang hangat. Dapatkah anda mengimajinasikan rasa benda-benda di bawah ini?
Imajinasikan rasa kain wol.
Imajinasikan rasa sepotong sabun yang basah.
Imajinasikan rasa segenggam pasir.
Imajinasikan rasa sebongkah batu bata.
Imajinasikan rasa sepotong kaca.
Imajinasikan rasa sepotong roti bakar.
Imajinasikan rasa sepotong roti tawar.
Bagaimanakah hasilnya? Apakah ada beberapa benda yang lebih mudah diimajinasikan daripada yang lain? Sangat sedikit orang mempunyai kesempatan mengimajinasikan hal-hal seperti di atas. Daya imajinasi mereka menjadi lemah, karena tidak pernah dilatih. Orang yang ingin memecahkan masalah juga membutuhkan daya imajinasi. Andapun membutuhkan daya imajinasi. Daya imajinasi ini akan menambah kemampuan otak anda.
to know more about the people and the universe by writing and sharing : lifestyle, health, unique events/pictures, alternative medication/therapy, humor, and to make money
Showing posts with label Asah Otak. Show all posts
Showing posts with label Asah Otak. Show all posts
Friday, October 22, 2010
Thursday, October 21, 2010
Apa Yang Salah.....?
Mana yang lebih baik, kebahagiaan abadi ataukah sepotong roti keju?
Jawabannya, mungkin adalah : kebahagiaan abadi lebih baik daripada sepotong roti keju. Tetapi benarkah demikian?
Marilah kita tinjau lebih lan
Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik daripada kebahagiaan abadi. Sedangkan septong roti keju lebih baik daripada tidak ada sesuatu pun. Maka sepotong roti keju tentunya lebih baik daripada kebahagiaan abadi.
Masuk akalkah? Pasti ada sesuatu yang salah, karena setiap orang tahu bahwa kebahagiaan abadi pasti lebih baik daripada septong roti keju. Lalu apa yang salah dengan pemikiran ini?
Yang lain lagi.
Hitunglah jumlah jari pada kedua tangan anda. Ada berapakah?
sepuluh. Sekarang angkatlah salah satu tangan anda. Mulailah menghitung jari pada tangan yang diangkat itu dari jari kelingking. Mulailah dengan angka 10,9,8,7, dan 6. Berhentilah. Sekarang angkatlah tangan yang satunya lagi, tangan itu mempunyai lima jari. Enam dan lima adalah sebelas.
Berarti anda mempunyai sebelas jari. Lalu dari mana datangnya satu jari tambahan?
Jawabannya, mungkin adalah : kebahagiaan abadi lebih baik daripada sepotong roti keju. Tetapi benarkah demikian?
Marilah kita tinjau lebih lan
Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik daripada kebahagiaan abadi. Sedangkan septong roti keju lebih baik daripada tidak ada sesuatu pun. Maka sepotong roti keju tentunya lebih baik daripada kebahagiaan abadi.
Masuk akalkah? Pasti ada sesuatu yang salah, karena setiap orang tahu bahwa kebahagiaan abadi pasti lebih baik daripada septong roti keju. Lalu apa yang salah dengan pemikiran ini?
Yang lain lagi.
Hitunglah jumlah jari pada kedua tangan anda. Ada berapakah?
sepuluh. Sekarang angkatlah salah satu tangan anda. Mulailah menghitung jari pada tangan yang diangkat itu dari jari kelingking. Mulailah dengan angka 10,9,8,7, dan 6. Berhentilah. Sekarang angkatlah tangan yang satunya lagi, tangan itu mempunyai lima jari. Enam dan lima adalah sebelas.
Berarti anda mempunyai sebelas jari. Lalu dari mana datangnya satu jari tambahan?
Tuesday, October 19, 2010
Gagasan Konyol
Gagasan konyol pun juga bermanfaat, khususnya bila dimulai dengan memahami mengapa sebuah gagasan bisa begitu konyol. Apa yang membuat suatu gagasan, pernyataan, atau pernyataan konyol, tolol atau benar-benar tidak berguna?
Pernyataan-pernyataan di bawah ini adalah konyol, mengapa? Jika benar-benar direnungkan, mungkin bisa dijumpai alasan bahwa pernyataan-pernyataan ini tidaklah konyol!
Merah adalah warna yang paling tebal daripada coklat.
Huruf Z lebih lucu daripada huruf P.
Semen mengandung lebih banyak air daripada sekarung bulu.
Berbatuk lebih menjengkelkan daripada bersin
Dapatkah Anda memberi alasan mengapa masing-masing pernyataan di atas konyol? Di bawah ini terdapat empat kalimat. Bacalah kalimat pertama sampai habis, kemudian barulah kalimat berikutnya.
Gagasan-gagasan hijau tidur dengan sangat marah.
Pikiran yang fleksibel tidur sejenak dengan lebarnya.
Dengan berani ungu tirai-tirai hilang.
Sepatu daripada indah supaya.
Dua kalimat yang pertama adalah konyol. Kalimat-kalimat itu susunannya seperti kalimat, tetapi tidak mempunyai makna. Dua kalimat yang terakhir lebih konyol lagi. Kalimat-kalimat itu tidak tersusun seperti kalimat. Mereka hanya merupakan kumpulan kata yang campur aduk.
Dapatkah anda melihat perbedaan antara dua kalimat yang pertama dan dua kalimat yang terakhir? Cobalah menyusun kalimat-kalimat konyol menurut cara anda sendiri. Kalimat-kalimat itu harus tersusun seperti kalimat, tetapi tidak membentuk arti.
Pernyataan-pernyataan di bawah ini adalah konyol, mengapa? Jika benar-benar direnungkan, mungkin bisa dijumpai alasan bahwa pernyataan-pernyataan ini tidaklah konyol!
Merah adalah warna yang paling tebal daripada coklat.
Huruf Z lebih lucu daripada huruf P.
Semen mengandung lebih banyak air daripada sekarung bulu.
Berbatuk lebih menjengkelkan daripada bersin
Dapatkah Anda memberi alasan mengapa masing-masing pernyataan di atas konyol? Di bawah ini terdapat empat kalimat. Bacalah kalimat pertama sampai habis, kemudian barulah kalimat berikutnya.
Gagasan-gagasan hijau tidur dengan sangat marah.
Pikiran yang fleksibel tidur sejenak dengan lebarnya.
Dengan berani ungu tirai-tirai hilang.
Sepatu daripada indah supaya.
Dua kalimat yang pertama adalah konyol. Kalimat-kalimat itu susunannya seperti kalimat, tetapi tidak mempunyai makna. Dua kalimat yang terakhir lebih konyol lagi. Kalimat-kalimat itu tidak tersusun seperti kalimat. Mereka hanya merupakan kumpulan kata yang campur aduk.
Dapatkah anda melihat perbedaan antara dua kalimat yang pertama dan dua kalimat yang terakhir? Cobalah menyusun kalimat-kalimat konyol menurut cara anda sendiri. Kalimat-kalimat itu harus tersusun seperti kalimat, tetapi tidak membentuk arti.
Sunday, October 17, 2010
Cerita Lucu: Tidaklah Selucu yang Kita Kira
Ada dua cerita lucu berikut yang kelihatannya lucu, tapi kesan lucu itu hanya sepintas saja. Bila disimak, ternyata cerita itu tidaklah selucu yang dikira. Bagaimana bisa?
Cerita pertama:
Seorang laki-laki sedang berjalan kaki, ketika hujan mulai turun dengan lebatnya. Laki-laki itu tidak membawa topi dan payung. Pakaiannya basah kuyp, demikian juga sepatunya. Tetapi anehnya, tak seujung pun rambut di kepalanya basah. Bagaimana bisa terjadi?
Cerita kedua:
Iwan, Fitri, Didi, dan Upik tinggal bersama di suatu rumah.
Suatu malam, Iwan dan Fitri pergi keluar untuk menonton film. Ketika mereka pulang, mereka mendapatkan Upik tergeletak mati di lantai. Tetapi Didi tidak ditangkap. Ia bahkan tidak ditanyai sepatah kata pun pertanyaan mengenai kematian Upik. Mengapa?
Cerita pertama:
Seorang laki-laki sedang berjalan kaki, ketika hujan mulai turun dengan lebatnya. Laki-laki itu tidak membawa topi dan payung. Pakaiannya basah kuyp, demikian juga sepatunya. Tetapi anehnya, tak seujung pun rambut di kepalanya basah. Bagaimana bisa terjadi?
Cerita kedua:
Iwan, Fitri, Didi, dan Upik tinggal bersama di suatu rumah.
Suatu malam, Iwan dan Fitri pergi keluar untuk menonton film. Ketika mereka pulang, mereka mendapatkan Upik tergeletak mati di lantai. Tetapi Didi tidak ditangkap. Ia bahkan tidak ditanyai sepatah kata pun pertanyaan mengenai kematian Upik. Mengapa?
2128D52A-47C9-FB4A-628C-100ED3AF4C34
1.03.01
Friday, October 15, 2010
Bagaimana Mempertajam Otak....
Otak adalah bagian tubuh yang digunakan untuk berpikir. Jika otak dilatih dan dipergunakan sebaik-baiknya, hasilnya akan luar biasa sekali. Namun, jika dibiarkan tidak terlatih, maka otak tidak akan berarti banyak.
Sama halnya dengan kaki yang setiap saat melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Berjalan naik turun tangga. Berjalan ke sekolah atau tempat bekerja. Atau berlari menemui seorang teman. Mengayuh sepeda dan sebagainya. Kaki mampu melakukan semuanya dengan baik. Jika ingin mengikuti lomba lari, maka diperlukan kaki yang dapat berlari secepat mungkin. Dan ini hanya dapat dilakukan dengan melatihnya. Sebelum perlombaan lari, tentunya harus berlatih dulu. Kaki dilatih sebaik mungkin sampai kondisinya prima, barulah siap untuk memenangkan perlombaan.
Demikian pula dengan otak. Setiap saat otak berpikir untuk mengatasi berbagai masalah, tetapi setiap saat pula masalah baru selalu muncul. Masalah itu tetap tinggal masalah karena otak tidak tahu bagaimana cara pemecahannya. Jika otak mengetahui cara pemecahannya, masalah itu tentu tidak lagi merupakan masalah. Dengan melatih otak, masalah-masalah itu dapat diatasi.
Postingan blog yang Anda baca ini dengan label: "Asah Otak", akan sharing bagaimana memanfaatkan otak dengan lebih baik. Bagaimana melatihnya. Lakukanlah latihan-latihan sehingga otak Anda akan berada dalam kondisi prima jika tiba saatnya untuk mengatasi masalah-masalah yang Anda hadapi atau yang akan Anda hadapi.(seluruh/sebagian postingan akan diambil dari buku karangan Gyles Brandreth, berjudul: Olahraga Otak, Mencegah Kejenuhan Berpikir, terbitan tahun 1994).
Sama halnya dengan kaki yang setiap saat melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Berjalan naik turun tangga. Berjalan ke sekolah atau tempat bekerja. Atau berlari menemui seorang teman. Mengayuh sepeda dan sebagainya. Kaki mampu melakukan semuanya dengan baik. Jika ingin mengikuti lomba lari, maka diperlukan kaki yang dapat berlari secepat mungkin. Dan ini hanya dapat dilakukan dengan melatihnya. Sebelum perlombaan lari, tentunya harus berlatih dulu. Kaki dilatih sebaik mungkin sampai kondisinya prima, barulah siap untuk memenangkan perlombaan.
Demikian pula dengan otak. Setiap saat otak berpikir untuk mengatasi berbagai masalah, tetapi setiap saat pula masalah baru selalu muncul. Masalah itu tetap tinggal masalah karena otak tidak tahu bagaimana cara pemecahannya. Jika otak mengetahui cara pemecahannya, masalah itu tentu tidak lagi merupakan masalah. Dengan melatih otak, masalah-masalah itu dapat diatasi.
Postingan blog yang Anda baca ini dengan label: "Asah Otak", akan sharing bagaimana memanfaatkan otak dengan lebih baik. Bagaimana melatihnya. Lakukanlah latihan-latihan sehingga otak Anda akan berada dalam kondisi prima jika tiba saatnya untuk mengatasi masalah-masalah yang Anda hadapi atau yang akan Anda hadapi.(seluruh/sebagian postingan akan diambil dari buku karangan Gyles Brandreth, berjudul: Olahraga Otak, Mencegah Kejenuhan Berpikir, terbitan tahun 1994).
Subscribe to:
Posts (Atom)